Beberapa hari ini saya mencoba untuk menulis dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Karena saya sedang melakukan percobaan untuk membuat target negara berbeda. Memang ini adalah pengalaman yang menyenangkan, tapi juga sekaligus mengharuskan saya memilah-milah artikel mana yang harus ditulis dengan bahasa apa. Akhirnya, saya pun lelah dan mencari bagaimana cara menerjermahkan website WordPress secara otomatis. Ada dua pilihan yang paling mudah dan nyaman untuk saya:

Baca juga: Alasan pilih WordPress

1. Widget GTranslate

Widget GTranslate jadi pilihan kedua yang saya coba, karena alasan kekurangan translator lainnya. Widget ini memberikan pilihan untuk menerjemahkan dengan sistem “neural”. Sistem neural memberikan artian yang tidak menerjemahkan semua kata satu persatu secara harafiah (yang sering menyebabkan misinterpretasi).

Selain itu, GTranslate memungkinkan kita mengedit terjemahannya yang kita rasa belum pas langsung di tulisan kita dengan tampilan terpublish, bukan di editor. Lebih asik dan presisi aja sih rasanya kalau kita melalukan penyuntingan dengan tampilan tema WordPress kita.

Baca juga: Tema WordPress Keren part-1/part-2

Saya belum coba apakah GTranslate bisa membuat kamus otomatis yang menyesuaikan istilah yang sering kita pakai atau tidak. Kalau bisa… lebih asik lagi, secara saya lebih suka menyebut diri saya sendiri dengan sebutan “gw”daripada saya (bawaan main mirc jaman dulu).

Ada beberapa pilihan paket, mulai dari yang gratis sampai yang berbayar untuk pengguna yang lebih serius. Setelah kurang lebih seminggu mencoba yang gratis, saya tidak menemukan keuntungan yang lebih baik daripada translator lainnya (silahkan baca poin ke-2 di bawah). Pilihan itu tersedia dalam pembayaran bulanan atau tahunan. Seperti biasa, pembelian tahunan datang dengan diskon dan bonus khusus.

Bagaimana Cara Menerjemahkan Website WordPress Secara Otomatis

Fitur tang ditawarkan adalah:

  •  All languages
    Ini memberikan opsi untuk menerjemahkan web kita ke semua bahasa yang didukung. Lumayan banyak, bahkan banyak nama bahasa yang belum pernah saya dengar sebelumnya (berikut bentuk fontsnya)
  • v Neural translation
    Ini memberikan hasil terjemahan yang tidak terdengar jadi bersifat mesin/robot 
  • v Search engine indexing
    Buat penggila SEO tentu poin ini jadi menarik, kan? Bayangkan kalau traget negara kita adalah Timbuktu tapi mesin pencari Timbuktu tidak bisa menemukan situs kita. Samjuhong kan?
  • v Edit translations
    Mengedit hasil terjemahan langsung di tampilan web kita <— Caranya saya tulis di bagian bawah poin ini.
  • v URL translation
    URL web kita pun ikut diterjemahkan
  • v Language hosting
    Host hasil terjemahan kita di top level domain(juga untuk SEO)
  • v SSL security
    Untuk pemakai HTTPS tentu membutuhkan opsi ini

Saat pertama kali install, saya langsung dipandu secara online untuk melakukan setting (walaupun kita juga bebas untuk melakukannya sendiri).

Multilingual Website Solution

Sebagai tambahan, ternyata hasil terjemahan kita tertampung dalam alamat yang berbeda dari yang kita buat. Saya diberikan dua pilihan antara membuat sub-domain atau sub-directory. Bedanya seperti ini:

  • Sub-domain : timbuktu.digressingme.cool
  • Sub-directory : digressingme.cool/timbuktu/

Mengedit Terjemahan Manual

Buka halaman yang akan diedit, lalu pilih bahasanya. Kemudian tambahkan -> ?language_edit=1 di belakang alamat halamannya. Misalnya kita ingin mengedit http.digressingme.cool/oncom/ , maka kita tuliskan ini di bilah alamat: http.digressingme.cool/oncom/?language_edit=1

2. Widget Google Translate dan Yang Lainnya

Widget Google translate jadi pilihan alternatif, karena selain gratis, widget ini tidak memerlukan settingan apa-apa lagi. Caranya cukup dengan memasukkan widgetnya melalui menu widget yang bisa dipilih dari menu Appearance>Widgets dan melakukan drag-drop widgetnya ke bilah widget yang didukung tema WordPress yang kita pakai.

Namun, widget Google Translate dan yang lainnya ini cenderung memberikan saya hasil terjemahan yang kurang tepat untuk dimengerti (dan kurang “manusiawi” untuk dibaca). Bila belum terbayang, maka bayangkanlah apabila kalimat berbahasa Indonesia seperti, “gua mau makan” diterjemahkan menjadi, “cave wants eat”. Lucu sih… tapi jadi melenceng dari artinya kan?

Setelah mencoba bagaimana cara menerjermahkan website WordPress secara otomatis, saya juga terlalu malas untuk merubah kata yang salah arti satu persatu, jadi saya pakai cara ini untuk merubah semua kata di keseluruhan website saya.

Saya sarankan untuk meletakkan widget-widget ini di sidebar, atau di bagian atas untuk memberi kemudahan bagi para pembaca untuk menemukannya.

Sudah tahu kan bagaimana cara menerjemahkan Website WordPress secara otomatis? Jadi mending pilih yang mana?